MIU Login

Pusat Perpustakaan UIN Malang Gelar Bedah Buku PKP 2026, Bahas Strategi Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam Pembelajaran

Maliki Library – Pusat Perpustakaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar kegiatan Bedah Buku dalam rangkaian Pekan Kunjung Perpustakaan (PKP) 2026 bertempat di Ruang Literasi lantai 1 Pusat Perpustakaan pada Kamis (3/9/2026). Kegiatan yang diikuti oleh 47 peserta ini mengangkat karya buku terbaru berjudul “Asisten Cerdas di Sekolah: Panduan Praktis Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam Pembelajaran” karya Dr. Sigit Priatmoko, M.Pd., dengan tim penulis Rizki Amelia & Wiku Aji Sugiri.

Acara yang dibuka oleh Alimatul Listiyah dan dimoderatori oleh Firda Nur Urifah dimulai pada pukul 13.37 WIB. Dalam pemaparannya, Sigit Priatmoko menyampaikan bahwa Artificial Intelligence (AI) bukan lagi sekadar tren teknologi, tetapi telah menjadi bagian penting dalam perkembangan pendidikan dan kebijakan kurikulum nasional. Beberapa pokok bahasan utama meliputi evolusi konsep dasar Artificial Intelligence, lanskap AI dalam dunia pendidikan modern, relevansi AI dengan kurikulum nasional, kecerdasan buatan sebagai asisten pembelajaran, hingga transformasi peran dan kompetensi guru di era AI. Penulis juga menegaskan bahwa seluruh proses verifikasi dan keputusan akhir tetap berada di tangan manusia.

Sesi bedah buku ini semakin menarik dengan adanya ulasan mendalam dari pembedah, Fahim Khasani, M.A. Fahim menyampaikan bahwa terdapat beberapa hal hakiki yang tidak dimiliki oleh mesin seperti AI, yaitu spiritualitas dan kebijaksanaan yang hanya dapat diperoleh dari perjalanan panjang manusia. Selain itu, ditekankan pula bahwa penggunaan Artificial Intelligence tanpa melibatkan proses kurasi yang ketat akan berbahaya. AI diposisikan sebagai asisten yang sangat bagus bagi individu yang telah memiliki dasar pengetahuan yang kuat, serta terbukti unggul dalam membantu meningkatkan minat baca. Namun, Fahim juga memberikan masukan konstruktif agar ke depannya sisi negatif dari penggunaan AI dapat diulas lebih mendalam.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang disambut antusias oleh para peserta. Peserta bernama Selvi mengajukan pertanyaan mengenai batasan agar tidak mengalami ketergantungan pada AI. Menanggapi hal tersebut, narasumber menjelaskan bahwa AI sebaiknya digunakan sebatas untuk keperluan brainstorming, sementara keputusan final mutlak tetap berada di tangan kita.

Pertanyaan selanjutnya datang dari Aldina Saad yang menyoroti adanya paradigma kecurigaan terkait cara membedakan tulisan karya mahasiswa dengan hasil buatan AI. Narasumber menjelaskan bahwa seorang dosen yang juga memanfaatkan AI sebagai sarana brainstorming akan lebih mudah mengenali perbedaannya. Selain itu, kebiasaan membaca jurnal serta mengenali gaya bahasa mahasiswa secara langsung di kelas akan membuat sivitas akademika semakin peka membedakan tulisan asli dan buatan mesin.

Pada sesi tanya jawab terakhir, Siti Fatimah bertanya mengenai cara merumuskan prompt agar AI dapat berfungsi secara optimal sebagai asisten sesuai harapan. Narasumber memaparkan bahwa kunci utamanya terletak pada interaksi yang berkelanjutan; semakin sering AI diajak berdiskusi secara bertahap, dan tidak langsung diberi perintah instan, maka hasil yang diberikan akan semakin akurat dan sesuai dengan target yang diharapkan.

Melalui kegiatan bedah buku ini, Pusat Perpustakaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berkomitmen untuk terus mengingatkan serta meluruskan arah pemanfaatan teknologi, memposisikan AI secara tepat sebagai asisten cerdas, bukan sebagai pengganti peran manusia dalam dunia pendidikan. (Putri Yella Sarasati)

Berita Terkait