Maliki Library – Rangkaian acara Pekan Kunjungan Perpustakaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali diisi dengan kegiatan akademis yang interaktif. Salah satu agenda yang digelar adalah Bedah Buku berjudul ‘E-Learning Success Assessment Model (E-LSAM) dalam Pembelajaran Daring’. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Literasi Lantai 1 Pusat Perpustakaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Senin (7/9/2026).
Acara ini menghadirkan langsung penulis buku, Dr. Dwi Sulistiani, MSA., AK., CA, serta dibedah oleh pembedah Dr. Alfiana Yuli Efiyanti, MA. Sebanyak 71 mahasiswa dari program studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial yang mengambil penjurusan riset hadir memadati ruangan untuk mengikuti jalannya diskusi.
Jalannya kegiatan diawali dengan sesi pembukaan dan pemaparan profil penulis oleh moderator Muhammad Ali Wafa, yang merupakan mahasiswa Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial. Memasuki sesi pemaparan materi, Dr. Dwi Sulistiani membagikan latar belakang serta motivasinya dalam menyusun karya ilmiah tersebut di hadapan para peserta yang hadir.

Dwi menyampaikan pesan dan dorongan kepada para mahasiswa agar tidak ragu dalam memulai karya tulis.
“Jangan takut menulis, karena kalau kita terbiasa menulis maka akan berkembang semakin baik,” ujar Dwi.
Lebih lanjut, ia menerangkan fokus utama serta latar belakang historis dari penyusunan buku yang ditulisnya tersebut.
“Tujuan dibuatnya buku ini adalah untuk penerapan teknologi dan konten elektronik dalam pengajaran dan pembelajaran,” kata Dwi.
Ia menambahkan bahwa pengembangan konsep e-learning dalam buku tersebut juga dirancang guna mengatasi berbagai permasalahan dan hambatan proses belajar yang sempat muncul saat merebaknya pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu.
Setelah sesi pemaparan dari penulis selesai, agenda dilanjutkan dengan ulasan serta bedah buku yang disampaikan oleh Dr. Alfiana Yuli Efiyanti, MA. Dalam ulasannya, Alfiana memberikan apresiasi atas gagasan yang diusung oleh penulis dalam merespons dinamika era digital.
“Bu Dwi ini membuat buku ini untuk menjawab tuntutan teknologi yang harus semakin praktis,” kata Alfiana selaku pembedah buku.
Alfiana mengungkapkan bahwa hadirnya buku ini berhasil membuka ruang inovasi teknologi di tengah situasi keterbatasan sewaktu pandemi Covid-19.
“Dari keterbatasan itu, akhirnya mendorong penulis untuk membuat buku itu,” kata Alfiana.

Dalam kaitannya dengan perkembangan dunia pendidikan tinggi, Alfiana turut menegaskan pentingnya pemanfaatan sistem pembelajaran digital secara terstruktur. Ia mengutarakan bahwa perguruan tinggi sudah seharusnya memiliki LMS atau Learning Management System guna meningkatkan fleksibilitas serta mutu akademik secara berkelanjutan.
Selain memaparkan keunggulan buku, Alfiana juga memberikan beberapa catatan kritis terhadap isi karya tersebut. Salah satu poin yang disoroti adalah penggunaan referensi berbahasa asing. Ia menyarankan agar hasil terjemahan ke bahasa Indonesia diperhalus kembali sehingga para pembaca dapat lebih mudah memahami maksud dan pesan yang ingin disampaikan oleh penulis. Ia juga menyoroti aspek pemilihan diksi yang dinilai masih bisa dipermudah agar lebih komunikatif.
Di samping itu, Alfiana memberikan catatan pada porsi pembahasan utama dalam buku tersebut. Menurut pengamatannya, pembahasan mengenai E-LSAM yang menjadi judul utama buku masih disampaikan dalam porsi penjelasan yang terlalu singkat.
Diskusi berlangsung secara dinamis hingga akhir acara, memberikan sudut pandang baru bagi mahasiswa penjurusan riset dalam memahami metodologi penelitian serta pengembangan model pembelajaran berbasis teknologi. (M. Rofiul Achsan)






