Malang, 9 September 2025 – Pekan Kunjung Perpustakaan kembali hadir tahun ini dengan beragam kegiatan inspiratif. Rangkaian Pekan Kunjung Perpustakaan 2025 resmi dibuka oleh Kepala Pusat Perpustakaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Bapak Mufid, M.Hum. Dalam sambutannya, beliau memaparkan berbagai kegiatan yang akan berlangsung serta manfaatnya bagi mahasiswa.
Pembukaan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Bintang Rachmatullah, selaku Direktur UKM LKP2M, serta Ahmad Royhan Firdaus, Kepala Biro Penelitian LKP2M. Acara Bedah Karya Mahasiswa pun berlangsung dengan dipandu oleh moderator Ardiansyah, terbagi ke dalam beberapa sesi dengan topik yang berbeda-beda.
Sesi Pertama: Sosial dan Kultur
Sesi ini menghadirkan dua karya, yakni “Prinsip Empan Papan sebagai Strategi Komunikasi Efektif dalam Menciptakan Kenyamanan Mahasiswa Perantau Etnis Jawa” yang dipresentasikan oleh Saniya Alia Salsabila, serta “Dampak Doomscrolling terhadap Subjective Wellbeing Mahasiswa Kampus 3 UIN Malang” yang dipaparkan oleh Salsabila, Mahasiswa Psikologi UIN Malang.
Diskusi semakin hangat dengan pertanyaan dari Gunawan, dan dilanjutkan dengan penjelasan dari Kabiro penelitian LKP2M, dimana peran LKP2M sebagai wadah publikasi karya mahasiswa. Ia menjelaskan bahwa anggota baru diarahkan untuk aktif menulis, dan hasilnya akan diterbitkan di Jurnal Lorong maupun media partner lainnya. Selain itu, UKM LKP2M berhasil memperoleh lima voucher publikasi sebagai bentuk kerja sama dengan mitra.
Sesi Kedua: Lorong Keadilan dalam Islam
Sesi berikutnya membedah karya Ardiansyah Bagus Ramadhan berjudul “Relevansi Undang-undang Perlindungan Konsumen E-commerce dengan Prinsip Hifz al-Mal di Indonesia”.
Dalam pemaparannya, ia menegaskan pentingnya perlindungan konsumen dalam transaksi daring sesuai dengan prinsip syariah. Paparannya memantik pertanyaan kritis dari Mad Brantas mengenai implementasi konsep magrib dalam UU Perlindungan Konsumen.
Sesi Ketiga: AI dan Kritik Sosial
Topik kontemporer hadir pada sesi ketiga. Afidah membawakan karya berjudul “Analisis Pemanfaatan ChatGPT sebagai Inovasi Pembelajaran dan Dampaknya terhadap Orisinalitas Karya Akademik Mahasiswa UIN Malang”, sedangkan Ummuh mempresentasikan “Representasi Konflik Kelas Sosial dalam Film Parasite: Perspektif Ralf Dahrendorf”.
Sesi ini turut memunculkan pertanyaan dari Intan, yang menyoroti metode penelitian serta manfaat forum ini dalam memperluas wawasan metodologis mahasiswa.

Sesi Terakhir: Bedah Karya NRIF 2025
Sebagai penutup, dibedah karya dari ajang National Research and Innovation Fair (NRIF) 2025 berjudul “Jejak Inovasi Mahasiswa Indonesia di Era Disrupsi”. Karya berupa kumpulan esai ini memicu pertanyaan dari Annisa mengenai mekanisme publikasi dan konsistensi penulisan. Sementara itu, Oja dari Fakultas Tarbiyah menekankan pentingnya kampanye publikasi di media sosial agar karya mahasiswa dapat dikenal lebih luas.
Melalui kegiatan ini, Pusat Perpustakaan bersama UKM LKP2M menunjukkan komitmennya dalam mendukung literasi akademik mahasiswa. Bedah karya yang berlangsung dalam semarak Pekan Kunjung Perpustakaan 2025 ini diharapkan menjadi tradisi intelektual berkelanjutan, sekaligus menumbuhkan budaya menulis, meneliti, dan berbagi ilmu di kalangan civitas akademika UIN Malang. (Meirisa)