MIU Login

Bedah buku “Dasar-dasar sistem operasi: Tren dan teknologi yang berkembang” di UIN Malang

Perpustakaan Pusat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menggelar rangkaian acara Pekan Kunjung Perpustakaan 2024 dengan mengadakan bedah buku bertajuk “Dasar-dasar Sistem Operasi: Tren dan Teknologi yang Berkembang”. Acara ini menghadirkan dua pemateri utama, Dr. Totok Chamidy, M.Kom, dan Syahiduz Zaman, M.Kom, yang merupakan dosen Teknik Informatika UIN Maliki Malang. Bedah buku ini berlangsung pada Selasa, 10 September 2024 di Perpustakaan Pusat UIN Malang dan diikuti oleh hampir 100 peserta, mayoritas dari kalangan mahasiswa.

Kepala Perpustakaan, Mufid M.Hum, membuka acara dengan sambutan yang mempromosikan berbagai kegiatan menarik dalam rangkaian Pekan Kunjung Perpustakaan 2024.

Dr. Totok Chamidy menjelaskan bahwa buku ini membahas berbagai aspek sistem operasi, mulai dari teknis, karakteristik, sejarah perkembangan, fungsi, hingga tujuannya. “Tujuan buku ini adalah menyajikan banyak definisi mengenai sistem operasi guna terus mengembangkan sistem operasi,” ujarnya. Buku ini dirancang agar mudah dipahami, dilengkapi dengan banyak contoh perbandingan sistem operasi dari berbagai generasi. Totok juga menekankan bahwa buku ini mengintegrasikan nilai-nilai Islam karena tetap berada di bawah naungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Menurut Totok, buku ini juga menyajikan penjelasan menyeluruh tentang sistem informasi. “Buku ini mudah dipahami karena dilengkapi banyak contoh sistem operasi perbandingan untuk membandingkan setiap generasinya,” katanya.

Bedah Buku "Dasar-dasar Sistem Operasi: Tren dan Teknologi yang Berkembang" di UIN Malang
Bedah Buku “Dasar-dasar Sistem Operasi: Tren dan Teknologi yang Berkembang” di UIN Malang

Syahiduz Zaman, sebagai pembedah buku, menambahkan bahwa sistem operasi dapat dianalogikan seperti undang-undang dalam pemerintahan. “Sistem operasi sama dengan undang-undang yang gunanya untuk mengatur komputer,” jelasnya. Ia menilai bahwa struktur buku ini sangat sistematis dan komprehensif, mencakup dasar hingga teknologi canggih seperti sistem operasi mobile dan cloud.

Namun, Syahiduz juga mengkritisi kekurangan buku ini, terutama pada topik-topik terbaru seperti sistem operasi IoT dan AI yang kurang detail dan minim studi kasus. “Kekurangan buku ini ada di topik-topik baru, misalnya sistem operasi IoT dan AI, kurangnya di detail dan studi kasus,” ujarnya. Ia menyarankan agar buku ini terus diperbarui kontennya dan dievaluasi keseluruhan untuk menjaga relevansi dengan perkembangan terbaru dalam teknologi sistem operasi.

Acara ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru dan bermanfaat bagi peserta, terutama dalam memahami tren dan perkembangan terbaru dalam sistem operasi.

Berita Terkait