Maliki Library – Pusat Perpustakaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali mengambil bagian dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) dengan memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK). Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (8/7/2026) di Ruang Sidang, Lantai 1 Gedung Megawati Soekarnoputri ini menghadirkan Kepala Pusat Perpustakaan, Mufid, M.Hum., sebagai narasumber. Sesi yang dimoderatori oleh Dr. Marhayati, M.PMat. tersebut diikuti oleh sembilan mahasiswa secara luring dan dua mahasiswa secara daring.
Mengawali pemaparannya, Mufid mengajak peserta melihat perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan koleksi buku, melainkan bagian dari ekosistem akademik yang mendukung pembelajaran dan penelitian. Ia memperkenalkan berbagai layanan yang telah dikembangkan Pusat Perpustakaan, termasuk kemitraan dengan Forum Kerja Sama Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri (FKP2TN) yang memungkinkan sivitas akademika memanfaatkan koleksi di perpustakaan anggota melalui fasilitas ‘kartu sakti’. Selain itu, mahasiswa juga dikenalkan dengan ekosistem digital UIN Malang, seperti Repository Institusi dan Maliki Encyclopedia, yang dapat menjadi sumber referensi selama menjalani studi.
Beragam fasilitas penunjang akademik turut diperkenalkan dalam sesi tersebut, mulai dari jam buka perpustakaan yang beroperasi hingga pukul 21.00 WIB, research carrel, collaborative room, layanan research tools, hingga document delivery service. Tidak hanya itu, mahasiswa juga mendapatkan informasi mengenai koleksi tercetak, akses ke berbagai basis data jurnal ilmiah, serta layanan pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan akademik, seperti Online Research Skills (ORS), Academic Writing, dan Workshop Systematic Literature Review (SLR).
Dalam kesempatan itu, Mufid juga menjelaskan kebijakan peminjaman koleksi bagi mahasiswa program magister yang dapat meminjam hingga 10 judul buku selama 30 hari. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bentuk komitmen perpustakaan agar koleksi yang dimiliki benar-benar dimanfaatkan untuk menunjang proses belajar dan riset.
“Bagaimana koleksi bisa membantu menyelesaikan tugas dan riset, sehingga ditetapkan masa peminjaman 30 hari, meski hal ini berdampak pada jumlah kunjungan perpustakaan yang sedikit menurun,” ungkapnya.

Suasana semakin interaktif saat sesi diskusi dibuka. Atoillah mengajukan pertanyaan mengenai akses layanan Grammarly, QuillBot, dan Turnitin yang disediakan perpustakaan, sementara Erlita Milandari menanyakan mekanisme akses laman Etheses sebagai repositori karya ilmiah mahasiswa. Berbagai pertanyaan tersebut menunjukkan antusiasme mahasiswa baru untuk mengenal layanan perpustakaan yang dapat mendukung aktivitas akademik mereka sejak awal perkuliahan.
Melalui kegiatan ini, Pusat Perpustakaan berharap mahasiswa baru Magister Pendidikan Matematika semakin memahami bahwa perpustakaan tidak hanya menyediakan koleksi, tetapi juga menghadirkan berbagai layanan yang dapat mendukung proses belajar, penulisan karya ilmiah, hingga penelitian. Dengan memanfaatkan seluruh fasilitas yang tersedia, mahasiswa diharapkan mampu mengoptimalkan pengalaman akademiknya selama menempuh pendidikan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.






