{"id":15449,"date":"2024-09-09T11:43:13","date_gmt":"2024-09-09T04:43:13","guid":{"rendered":"https:\/\/library.uin-malang.ac.id\/?p=15449"},"modified":"2026-03-03T06:02:20","modified_gmt":"2026-03-03T06:02:20","slug":"talkshow-bahas-islam-moderat-di-mahad-al-jamiah-al-aly-uin-malang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/library.uin-malang.ac.id\/ar\/talkshow-bahas-islam-moderat-di-mahad-al-jamiah-al-aly-uin-malang\/","title":{"rendered":"Talkshow bahas Islam Moderat di Ma&#8217;had Al-Jamiah Al-Aly UIN Malang"},"content":{"rendered":"<p>Perpustakaan Pusat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar talkshow bertema &#8220;Membangun Islam Moderat Melalui Ma&#8217;had Al-Jamiah Al-Aly&#8221; pada Senin, 9 September 2024 dalam rangkaian acara pada Pekan Kunjung Perpustakaan 2024. Acara yang berlangsung di Perpustakaan Pusat UIN Malang ini menghadirkan Dr. Ahmad Izzuddin, M.HI, Direktur Ma&#8217;had Al-Jamiah Al-Aly, sebagai narasumber. Diskusi dimulai pukul 09.00 hingga 10.30 WIB dan berfokus pada pentingnya membangun sikap moderat dalam kehidupan beragama di lingkungan akademik.<\/p>\n<p>Dr. Ahmad Izzuddin menyampaikan bahwa Pancasila tetap menjadi dasar yang final dan relevan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. &#8220;Pancasila sudah final dan relevan sebagai dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia, yang disepakati hampir 100% responden,&#8221; ujarnya, mengutip survei yang dilakukan terhadap 4.076 mahasiswanya.<\/p>\n<p>Izzuddin menyoroti bahwa masih banyak tantangan dalam membangun toleransi beragama di Indonesia, khususnya di lingkup kampus. &#8220;Di Indonesia dan terkhususnya di lingkupnya masih banyak bentuk kurangnya toleransi terhadap pandangan beragama Islam,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Ia menekankan pentingnya ruang dialog sebagai medium untuk membahas berbagai perspektif dalam Islam. &#8220;Kita semua butuh ruang dialog untuk saling berdiskusi tentang Islam berdasarkan cara pandang dari berbagai paham di Indonesia,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p>Perpustakaan kampus diharapkan menjadi pusat moderasi beragama, bukan sekadar tempat membaca, tetapi juga sebagai tempat berdialog dan berkumpulnya informasi terkait pemahaman Islam. &#8220;Perpustakaan dapat sebagai penopang unit moderasi beragama dengan fungsi perpustakaan sebagai tempat berdialog dan tempat untuk berkumpulnya informasi segala bentuk buku pemahaman Islam**,&#8221; katanya.<\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone  wp-image-15451\" src=\"https:\/\/library.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/IMG_3510-300x168.jpg\" alt=\"\" width=\"329\" height=\"184\" \/><\/p>\n<p>Izzuddin juga menegaskan beberapa kata kunci dalam moderasi beragama, yaitu Kemanusiaan, Kemaslahatan Umum, Adil, Berimbang, Taat Konstitusi, Komitmen Kebangsaan dan Cinta Tanah Air, Toleransi, Anti Kekerasan, dan Penghormatan Kepada Tradisi.<\/p>\n<p>Dengan membangun ekosistem moderasi beragama di lingkungan akademis, Izzuddin berharap dapat menciptakan relasi sosial keagamaan yang lebih erat dan produktif. &#8220;Membangun ekosistem beragama di lingkup akademika adalah menjadikan moderasi beragama sebagai dasar menginisiasi dan membangun relasi sosial keagamaan yang jauh erat dan produktif,&#8221; tutupnya.<\/p>\n<p>Acara ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat komitmen kebangsaan dan membangun dialog yang konstruktif di kalangan akademisi dan masyarakat luas.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perpustakaan Pusat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar talkshow bertema &#8220;Membangun Islam Moderat Melalui Ma&#8217;had Al-Jamiah Al-Aly&#8221; pada Senin, 9 September 2024 dalam rangkaian acara pada Pekan Kunjung Perpustakaan 2024. Acara yang berlangsung di Perpustakaan Pusat UIN Malang ini menghadirkan Dr. Ahmad Izzuddin, M.HI, Direktur Ma&#8217;had Al-Jamiah Al-Aly, sebagai narasumber. Diskusi dimulai pukul 09.00 hingga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":15450,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[35],"tags":[],"class_list":["post-15449","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/library.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15449","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/library.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/library.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/library.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/library.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15449"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/library.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15449\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18391,"href":"https:\/\/library.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15449\/revisions\/18391"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/library.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/library.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15449"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/library.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15449"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/library.uin-malang.ac.id\/ar\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15449"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}