Malang, 12 September 2025 – Pusat Perpustakaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan Inhouse Training bertajuk “Pemanfaatan AI untuk Klasifikasi Buku” pada Jumat (12/9). Kegiatan yang dimulai pukul 09.50 WIB ini menghadirkan narasumber Mohammad Rofiul Achsan, S.S.I.
Dalam pemaparannya, Rofiul menjelaskan bagaimana teknologi kecerdasan buatan, khususnya ChatGPT, dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengelolaan bahan pustaka. Ia menekankan langkah awal yang penting dilakukan, yaitu membangun memory di ChatGPT serta memastikan akses rujukan sesuai kebutuhan.
“Perlu membangun memory di ChatGPT dan memastikan memiliki akses berdasarkan rujukan yang kita inginkan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan strategi dalam memberikan instruksi kepada AI. Salah satunya dengan menambahkan kalimat ‘Buatkan aku pertanyaan sebelum membuatnya’ pada akhir perintah. Menurut Rofiul, cara tersebut dapat memunculkan perspektif baru sekaligus memberikan contoh prompt yang bisa dimanfaatkan pustakawan.
Ia juga membahas perbedaan penggunaan ChatGPT dan Gemini, serta menekankan pentingnya melakukan crosscheck terhadap jawaban yang dihasilkan AI.
“ChatGPT tidak mengklaim jawabannya selalu benar, karena itu perlu verifikasi dan pertimbangan lebih lanjut,” tambahnya.
Selain itu, ia menegaskan bahwa pemanfaatan ChatGPT dalam pengelolaan bahan pustaka bersifat sebagai alat bantu, agar pekerjaan lebih mudah dan cepat. Pemaparan ini juga memantik diskusi peserta, di antaranya mengenai pembangunan memory ChatGPT serta pengolahan buku berbahasa Arab.
Menanggapi hal tersebut, Dr. Faizuddin Harliansyah, MIM., juga menekankan kembali pentingnya detail dan pemeriksaan ulang terhadap hasil yang diberikan AI. Ia mengingatkan bahwa sumber tercetak, seperti DDC, tetap harus dijadikan pedoman utama dalam klasifikasi.
“Generative AI memang membantu, tetapi jangan sampai melupakan manual yang ada,” tegasnya.
Kegiatan Inhouse Training mengenai pemanfaatan AI ini bertujuan memperluas wawasan pustakawan dan staff perpustakaan tentang bagaimana kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam pengelolaan bahan pustaka, tanpa menjadikannya sebagai rujukan utama.
